Dewasa

 Memasuki kepala tiga, aku jadi berpikir 

Bagaimana menghadapi seorang Anak remaja 15-18 tahun yang mana mereka adalah Anak yang perlu kita jaga, se- complicated itu ternyata ya, kita yang sudah memasuki fase dewasa mulai berpikir, bagaimana menghadapi anak umur 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun dan seterusnya. Apalagi di usia remaja yang begitu rentan dengan berbagai hal. Menjadi teman untuk mereka, membuat nyaman mereka, membuat mereka ingin selalu bercerita akan dunianya. Akan mimpinya akan pemikirannya yang sering dinilai “konyol” oleh sebagian orang dewasa. Sejak aku tinggal bersama adik remaja, aku menyadari ternyata aku dewasa yang menyebalkan. Hahah 

Semakin hari semakin aku belajar untuk mentolelir banyak hal, menyederhanakan apapun selayaknya mereka. Memposisikan diri seperti mereka tatkala mereka bercerita, bercerita juga hal hal konyol yang ternyata dulu juga begitu. Kenapa kita tak menjadi pandai mengolah emosi dan memposisikan diri. Padahal kita sudah melewati fase mereka tapi kenapa kita menjadi dewasa yang kaku dan membosankan. Hahah 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesantaksampai

SerbaSerbiNyambi

SerbaSerbiSambi_DAYS 03_ a Memory