SerbaSerbiSambi_DAYS 03_ a Memory
A Memory
Berbicara tentang memori, pasti
tidak akan ada habisnya... tapi ya dintara kenangan-kenangan itu pasti kita
mengingat kenangan baik dan kenangan buruk. Untuk memori yang ku ingat saat ini
adalah ketika aku turun dari lantai dua setelah sidang online dan disitu orang
yang pertama kali aku peluk adalah mamah. Itu sumpah suatu kenangan yang nggak
pernah aku bisa lupain, gimana rasa ini adalah rasa yang sudah lama sangat lama
ku tunggu.. jadi tepat hari Kamis, 27 Agustus 2020 alhamdulillah Allah
mengijinkan aku sidang online, pelaksanaannya tidak begitu sulit dan lama. Sidang
dimulai tepat pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 09.15 WIB. Kali ini, sistem
sidang sangat berbeda dari biasanya, alasannya yaitu karena saat ini sedang
terjadi pandemi virus Covid-19 yang melarang adanya aktivitas manusia secara
massal. Alhasil, sudah takdirku sidang online di rumah aja. Jujur ada rasa
sedih, karena sidang yang selama ini ku lihat tidak terjadi kepada ku. Dan ya
mau gimana lagi kan, menyia-nyiakan waktu sungguh tidak mungkin. Namun Allah
mengganti rasa haru, bahagia itu dalam bentuk lain. rasa sedih itu seketika
sirna ketika aku turun, mengucap hamdalah, foto sendiri (berswafoto) dan turun
ke bawah menemui ibu dan bapak. Saat aku menghampiri mereka, aku langsung
memeluk mamah dan kami menagis haru. Haa... saat itu lega satu beban yang
selama ini membayang sedikit demi sedikit terlepas dari kedua pundak ini. Setelah
mereda, aku langsung menghampiri bapak, dan itu pertama kali setelah sekian
lama aku menagis di pundak bapak, lucunya bapak lagi rapat online, tapi beliau
mengabaikannya dan menitikkan air mata. Ditambah ucapan dan do’a dari
teman-teman terus berdatangan via phone. Haa.. sangat sangat memori yang
membahagiakan. Ditengah kondisi yang terbatas, kebahagian terbatas,
kesendirian, tapi Allah menyadarkan aku bahwa dengan-Nya aku tidak pernah
sendiri.
Terima kasih ya Allah... selalu
memberikan aku kesempatan untuk belajar dan belajar. Allahumma Solli ‘ala
Muhammad. ...

Komentar
Posting Komentar