SerbaSerbiNyambi

 Aku Dini, 

aku seorang wanita yang selalu merasa perlu belajar terus menerus, hari ini aku sedang tidak baik-baik saja. entah rasa mual tiba-tiba menyerangku. Saat ini, memang aku sedang menstruasi, tentu hormonku sedang tidak baik. bisa jadi stress, marah, dan perubahan mood yang drastis disebabkan oleh itu semua. Aku bersyukur karena sedikit demi sedikit mengenali setiap perubahan yang terjadi padaku. 

jadi, hari ini aku ingin melepaskan hal-hal yang membuatku tidak baik-baik saja. 

1. Jarang berdo'a

nah ini, nih alasan utama, jadi, aku sadar kalau selama aku haid, aku akan jarang deket sama Allah, jarang sholawat, jarang berdo'a, jarang inget Allah, dan jarang dzikir... yang akhirnya pikiran dan hatiku butek sebutek buteknya.. Makanya akan aku coba kembali sedikit demi sedikit mendekat dan memper-erat hubunganku dengan Sang Khaliq. 

2. Deadline Pendaftaran Wisuda November 

siapa sih disini yang ingin Wisudanya di tunda, begitupun denganku. Jadi kasusku adalah terlambatnya mendapat tanda tangan dosen penguji 2, sebenarnya sudah seminggu yang lalu aku mengirimkan lembar pengesahan untuk ditanda tangan oleh beliau. Akan tetapi karena beliau tidak aktif WA dan lupa sehingga baru kemarin aku mendapat respon. Walaupun begitu aku sangat bersyukur, ibu merespon WA ku. Dua hari tentu sangat kecil kemungkinannya untuk ngeburu Wisuda, hati ini ingin sekali segera tapi ya pasrah aja.. setidaknya aku terus mengusahakan, tapi semua keputusan ku kembalikan kepada Allah. Jadi, itu. seharian ini aku menunggu email balasan dari FITK terkait TTD Dekan Fakultas... ya Allah.. greget sih,,, tapi kembali lagi aku harus bersyukur karena kondisi Pandemi ini membuat aku tidak perlu ke Ciputat hanya menunggu di rumah melalui email. Ya... esok tinggallah esok, terakhir pendaftaran.. dan lagi-lagi aku pasrah akan keputusan-Mu, jika memang Wisuda kali ini, Kau menunda, berarti ada hal yang terbaik yang akan datang kepadaku, dan aku pasrahkan semuanya kepada-Mu, ya Rabb. 

3. Trauma kecil yang semakin menjadi-jadi

Jadi, akhir-akhir ini aku sengaja membuat kenangan buruk itu muncul kembali, alhamdulillahnya aku menyadari dan sempat ku ceritakan kepada sahabatku, Husnul. ya memang benar adanya, bahwa akulah yang membuat- buat, akulah yang memunculkan ingatan dan ketakutan itu kepada diriku sendiri. Sepertinya tanpa sadar aku sedang menyakiti diriku sendiri dengan sengaja membuat ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, kemarahan yang dibuat-buat. Entah, apa jawaban yang terbaik, entah solusi apa yang terbaik, tapi kalimat " lepaskan apa yang mesti kamu lepaskan, terima dirimu, sekitarmu" hidup sudah begitu sulit, jangan kau tambahkan dengan hal-hal seperti itu. selalu ingat kata-kata yang pernah ku baca, "fokus dengan apa yang kau miliki saat ini, bersyukur dan jaga apa yang kau miliki saat ini". Trauma itu memang terus akan membayangiku, namun kali ini aku tidak akan membiarkannya mengontrolku, membuatku melepaskan dan menyia-nyiakan apa yang sedang ku miliki saat ini, serta menakutiku. Akan aku hadapi, akan aku terima, akan aku buat hal itu menjadi bahan pengetahuan serta pembelajaran bagiku. Jadi, maafkan Bapakmu ya nak ku sayang. 

4. Hubungan dengan seseorang

sebenarnya point 2 adalah penyebab aku sering overthinking dan merasa cemas, jadi aku punya kelemahan, aku menyadari dalam hal apapun aku selalu berusaha keras, percaya diri, dan tidak takut apapun. Akan tetapi, semakin ke sini dan ketika aku sedang menjalani hubungan dengans seseorang, ada rasa insecure, cemas ditinggalkan, cemas dicuekin, cemas diabaikan, cemas dan cemas aku yang salah. berarti ada yang salah dong dengan hubungan ini. Peristiwa ini bukan yang pertama, jadi dulu itu sering banget aku deket sama seseorang, tapi karena aku takut dan point 2 di atas, hubunganku selalu gagal, tidak pernah berjalan mulus. puncaknya yang saat ini aku rasakan, sebenarnya aku merasa takut aku hanya mengasihaninya, takut menyakitinya. lebih-lebih lagi sikapku yang suka tidak terkendali. Kadang marah-marah tanpa sebab hanya karena ingin ditemenin, dikangenin, ditelpon sama dia. kadang juga udah mulai mengatur-ngatur, aku menyadari kalau terkadang aku bukan tempat yang nyaman untuk dia. itulah rasa insecure ku yang sekarang sedang ku kendalikan dan ku kontrol, karena tidak mungkin akan terus ku simpan, walaupun dia sangat sabar dengan keluhanku ini, dengan rasa insecure ku ini, bisa saja suatu saat nanti dia bosan dengan tingkah konyolku. Maka, hari ini yuk buat dirimu percaya diri, sayangi dirimu, percaya kepada dirimu, kamu sudah baik percaya pada dia... tinggal sekarang kamu percaya kepada dirimu sendiri kalau kamu berhak untuk disayangi, dicintai dan ditemani oleh seseorang. Jadi, bersyukur aku memiliki seseorang pendengar, yang begitu sabar dengan sikapku, dengan perkataanku, dengan nadaku yang sering tinggi. Mulai yuk menghargai keberadaannya, menghargai dirimu sendiri, menyayangi dirimu sendiri, dan percaya bahwa kamu layak untuk dicintai dan dibutuhkan. Ya setidaknya... itu lah cara menghargainya. 

Walaupun hari ini aku merasa tidak baik-baik saja, aku mencoba untuk mengalihkan dengan beberapa kegiatan, kegiatan tersebut antara lain:

1. berolahraga

kegiatan yang satu ini penting banget dilakuin, sumpah mengeluarkan keringat dan energi negatif sangat perlu dilakukan. Memang sudah beberapa hari ini, rutinitas olahragaku bolong-bolong, alasannya karena sudah tiga hari ini badanku sumbilang nggak tahan, akhirnya libur tapi malah jadi makin stress tau , huhuuhu... dan aku putuskan untuk kembali melakukan rutinitasku, walau enggak langsung 30 menit, tapi 15 menit sudah membantuku meringankan beban pikiran yang selama ini menumpuk. Ditambah badan yang nggak semangat terus. pokoknya, kegiatan ini akan aku coba untuk terus dilakukan setiap hari. 

2. Membaca Buku dan artikel 

Baca, ada pepatah kalau "teman terbaik adalah buku" itu benar-benar sebenarnya, karena dengan membaca buku, secara nggak sengaja pikiranku menjelajah sehingga aku bisa sejenak rehat dari keruwetan pikiranku sendiri. Alhamdulillah, ada stock bacaan temanya pun tentang self-improve jadi sangat cocok dibaca saat kondisi sedang tidak baik seperti ini. 

3. Menuliskan beberapa pikiran jahat atau baik.

Jadi, kebiasaanku sekarang adalah membuat list pikiran. Apa itu, aku sedikit demi sedikit menuliskan hal apa saja yang membuatku cemas, list dari hal yang paling umum banget sampai hal yang paling rinci, pokoknya semua hal yang muncul dalam pikiranku langsung ku tulis, tidak perlu satu paragraf atau satu halaman, cukup satu baris saja itu sudah cukup kok. Ternyata, hal ini membantuku menyederhanakan dan menyadari penyebab perubahan moodku yang drastis, sehingga aku tidak memendamnya. Terlebih sekarang aku kembangkan menulis di dalam blog pribadi ini, alhamdulillah ... yang tadinya nulis satu dua baris,, jadi nulis sebanyak ini... 

4. Latihan Soal Fisika

Aneh tapi bin ajaib, orang mah ketika stress menjauhi dari memecahkan soal-soal fisika ya,, tapi aku senang loh,, hari ini aku berhasil menyelesaikan 30 soal pilihan ganda mata pelajaran IPA, hehehe ya sekalian melihat ternyata otakku masih bisa berpikir kok ditengah diriku yang sedang tidak baik-baik saja. Tapi kalau point yang satu ini jangan diikutin yak karena sangat-sangat tidak recomended. hehehehehhee

Kamu memang tidak bisa merubah keadaan yang sudah terlewati, kesalahan yang kau perbuat, tapi kamu bisa memperbaikinya. bukan begitu. Bismillah ya untuk terus mencoba menerima, mencoba mencintai , dan mencoba untuk bersyukur. 

Alhamdulillah, ditengah kondisimu yang sedang tidak baik-baik saja, Allah masih ada dalam hatimu, dan itulah yang membuatmu masih bisa merasakan ketenangan. Alhamdulillah... 

Nikmat yang paling besar adalah Allah kasih kita ketenangan. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesantaksampai

SerbaSerbiSambi_DAYS 03_ a Memory