Untuk Dini 5 tahun yang akan datang

Dari Dini 
Untuk Dini 5 Tahun yang akan datang

Hari ini kau begitu menawan, memakai jubah yang selalu kau dambakan bertahun-tahun, dua tahun kebelakang rasanya seperti di neraka, hari-hari, detik demi detik rasanya membuatmu selalu gerah. Tapi, kau lewati hari-hari itu, entah kekuatan apa yang membuatmu sangat kuat. Bahkan dirimu sendiri tak percaya kau bisa melaluinya. Disaat prosesmu satu persatu kau lalui, disaat bersamaan rasa sakit yang selama ini menggrogoti dirimu hilang. Din, aku bangga padamu, gadis kecilku yang tak berani berbicara dengan orang sekarang sudah berani, gadis kecil yang sering overthinking, sekarang sudah mulai tenang, gadis kecil yang sering takut akan banyak hal, sekarang sudah tidak takut akan apapun, gadis kecil yang sering berandai-andai, sekarang sudah tidak ingin berandai-andai lagi. Ingat, sekali ketika hari terburukmu ditolak dosen pembimbing, diusir di depan banyak orang ketika bimbingan, dipandang kau bukan mahasiswa intelektual, rasanya hari itu aku ingin pergi saja, berhenti tak melanjutkan apapun. Tapi, berkat dirimu, kekuatan do'a dan dukungan orang-orang baik, kau kembali kehadapan beliau, kau kembali walau hati memberontak, kau kembali walau wajah kau sangat malu, kau kembali menolak ego. Ingat, saat pandemi terjadi, saat keinginan terbesarmu yaitu Sidang dan Wisuda sistem offline, saat keinginan bertahun-tahun kau menjadi petugas wisuda akan segera tercapai sampai seketika hari itu kau menyadari kau tak akan mendapatkannya, strees, jatuh, tiap hari bukan menjadi manusia, menggurutu, menyalahkan takdir, menyalahkan diri sendiri akan ekspetasi sendiri, ego berhenti lagi-lagi menggoda. Tapi, kau hentikan semua itu, kau ubah dengan "penerimaan", kau kembali. Kau kembali melanjutkan proses ini walaupun jalan sangat menyakitkan, kau kembali melawan musuh terbesarmu yaitu dirimu sendiri. Kau kembali, Kau kembali dan berhasil menyelesaikannya. 

Tuhan memang Maha Adil, dalam perjalananku memang Allah cukupkan segi materiil, Allah cukupkan orang-orang yang selalu mendukung siapapun itu, Tapi Allah uji dengan diri sendiri. Allah uji dengan sebuah penerimaan dan kesadaran bahwa akhir bukan fokus utamanya. Allah uji dengan kekuatanku melawan diriku sendiri, hmmm.. mungkin bukan melawan, tapi berdamai. Ya itulah, tidak memandingkan ya.. karena setiap orang punya kesulitan masing-masing.... maka hargai apapun itu.

Allah mengajarkan aku bagaimana aku mengakui keadaanku, menerima, dan move on. 
Serta jangan berandai-andai akhirnya gimana, jangan percaya apapun, jalan aja, fokus saja, nanti kamu sakit. 

Allah memang mengambil mimpi konyol itu sekarang, karna Allah tahu semua ini bukanlah yang ku butuhkan. Ada hal lain yang lebih dan lebih aku butuhkan. Dini. percayalah hari ini akan mencadi cerita yang paling konyol yang akan membuatmu tertawa terbahak-bahak saking konyolnya diriku. 

Kecewa pasti, Sedih pasti, dan hal itu tidak bisa dibohongi, tapi dirimu tidak pantas mendapatkan hal itu, maka hargailah dirimu sendiri dengan cara mengapresiasi memberikan kebahagiaan di hari ini. Akan tetapi, tau nggak makna kejadian ini, Allah ingin moment ini hanya kamu, diri kamu, dan Allah saja yang merayakan. Gimana? Romantis enggak ... sebegitu spesialnya kamu, hanya keluarga yang bisa meraayakan. Romantiskan hihihiii... 
Allah selalu bersama ... 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesantaksampai

SerbaSerbiNyambi

SerbaSerbiSambi_DAYS 03_ a Memory