SerbaSerbi - Abstract
Sebuah percakapan abstrak -
"aku nggak bisa"
"kamu pasti bisa"
" kok jalan gue nggak kayak orang-orang ya susah ya susah sampe akhir"
"Coba din, kalau dipikir-pikir ini adalah kesempatan buat lo lulus, sidang online bukankah menguntungkan?"
"Sidang online enak tau nggak semenangkan sidang sungguhan"
Please, orang nggak akan ngerti segimana jatuhnya gue, segimana gue harus cari motivasi sedemikian rupa untuk terus berjalan. dan sekarang Tuhan kayak ngusik motivasi itu. serius.. ini nih yang nggak gue suka... berulang kali, bahkan dari jauh-jauh, tiap gue jatuh dan mau berhenti, gue selalu berdo'a agar Tuhan menjaga motivasi itu dengan baik, apakah permintaan gue ini berat. Gue paham, paham banget dengan kesempatan dan kemudahan yang Tuhan berikan.
"kenapa nggak bersyukur si dimudahin, malah cari yang susah!"
"Hidup mah nggak usah dibuat susah lah din"
Gue tau, tapi entah yang dipikiran gue tertutup, kenapa? gue adalah orang yang ingin merasakan bagaimana masuk ruangan sidang yang katanya meneganggkan tapi sebenernya biasa aja. Ah... Tuhan Maha Baik bukan? gue marah. marah sekali.. sangat marah ... Tau kenapa? karena setiap gue melangkah ke lantai 6 gue selalu memperhatikan ruangan kecil itu. Karena setiap gue nangis, gue selalu membayangkan gue masuk ke ruangan itu. karena tiap gue masuk ke ruangan itu untuk liat temen/kating sidang gue selalu membayangkan berdiri di sana. merasakan "kematian satu hari". dan Tuhan tau itu hal yang gue inginkan , SELESAI Sampai merasakan titik akhir. kalau berpikir gue sidang pengen diliatin orang, itu salah besar! Dari awal gue menjalani proses ini sedikitpun nggak ada kepikiran ke sana. Toh, gue udah tua, pasti yang gue dapatkan hanya ucapan dan postingan. Gue hanya ingin menyelesaikan rasa penasaran gue. rasa kepuasan sampai titik terakhir. itu !!!! Gue sadar gue adakah orang yang nggak tau malu, hamba yang nggak tau diri... gue sadar banget sangat sadar!, apa sih yang menjadi kendala! apa begitu besar mimpi gue? apa sebegitu rumit mimpi gue, gue nggak mau kehidupan yang muluk-muluk. Setelah gue sidang di tempat itu, udah.. gue nggak peduli profesi atau kehidupan yang akan gue jalani. gue MARAH TUHAN. SANGAT MARAH ,,, salah apa si gue, sebegitu gue lepasin apa yang gue punya, sebegitu sabar dan kuatnya gue ikutin permainan Tuhan! gue cuma nggak mau diusik dan ternyata itu yang Tuhan usik. Terus selama ini untuk apa gue berproses kayak Gitu!!!!!
sumpah, gue sadar ini sikap yang nggak dewasa, sangat konyol, berpikiran sempit. gue sadar sangat menyadari itu. gue sadar sangat sadar. sadar....
Tapi hal ini membuat gue makin penasaaran, makin gue ingin terus maju, makin gue ingin S2 makin gue ingin lebih berkembang, dan makin gue ingin buktiiin itu JANJI TUHAN. Kenapa sebegitu nggak sederhananya, didalam pikiran gue ya emang sempit. gue hanya ingin sidang di tempat dan suasana yang gue mau, kerja apa setelahnya, nikah, jadi ibu rumah tangga, selesai.
kalau kondisinya seperti ini, membuat gue lebih bersemangat untuk melanjutkan S2, karir, dan karir, nggak mikir gue, nggak mikir apa-apa,, intinya gue mau HARUS NGERASAIN SIDANG di tempat yang gue mimpiin. HARUS. setelah sidang online ini, gue lulus, itu menjadi tanggung jawab gue, hidup hidup gue, dan gue akan memilih itu. GUE AKAN MINTA KEADILAN TUHAN, gue yakin Tuhan akan ngasih ganti yang lebih lebih kalau gue menerima. gue selalu yakin TUHAN nggak akan ingkar janji. Gue percaya itu.
biar tulisan ini, tersimpan.. biar ini tulisan yang nantinya menjadi bahan tawa gue suatu hari nanti ketika gue baca. betapa bodoh dan tolol gue saat ini.
"aku nggak bisa"
"kamu pasti bisa"
" kok jalan gue nggak kayak orang-orang ya susah ya susah sampe akhir"
"Coba din, kalau dipikir-pikir ini adalah kesempatan buat lo lulus, sidang online bukankah menguntungkan?"
"Sidang online enak tau nggak semenangkan sidang sungguhan"
Please, orang nggak akan ngerti segimana jatuhnya gue, segimana gue harus cari motivasi sedemikian rupa untuk terus berjalan. dan sekarang Tuhan kayak ngusik motivasi itu. serius.. ini nih yang nggak gue suka... berulang kali, bahkan dari jauh-jauh, tiap gue jatuh dan mau berhenti, gue selalu berdo'a agar Tuhan menjaga motivasi itu dengan baik, apakah permintaan gue ini berat. Gue paham, paham banget dengan kesempatan dan kemudahan yang Tuhan berikan.
"kenapa nggak bersyukur si dimudahin, malah cari yang susah!"
"Hidup mah nggak usah dibuat susah lah din"
Gue tau, tapi entah yang dipikiran gue tertutup, kenapa? gue adalah orang yang ingin merasakan bagaimana masuk ruangan sidang yang katanya meneganggkan tapi sebenernya biasa aja. Ah... Tuhan Maha Baik bukan? gue marah. marah sekali.. sangat marah ... Tau kenapa? karena setiap gue melangkah ke lantai 6 gue selalu memperhatikan ruangan kecil itu. Karena setiap gue nangis, gue selalu membayangkan gue masuk ke ruangan itu. karena tiap gue masuk ke ruangan itu untuk liat temen/kating sidang gue selalu membayangkan berdiri di sana. merasakan "kematian satu hari". dan Tuhan tau itu hal yang gue inginkan , SELESAI Sampai merasakan titik akhir. kalau berpikir gue sidang pengen diliatin orang, itu salah besar! Dari awal gue menjalani proses ini sedikitpun nggak ada kepikiran ke sana. Toh, gue udah tua, pasti yang gue dapatkan hanya ucapan dan postingan. Gue hanya ingin menyelesaikan rasa penasaran gue. rasa kepuasan sampai titik terakhir. itu !!!! Gue sadar gue adakah orang yang nggak tau malu, hamba yang nggak tau diri... gue sadar banget sangat sadar!, apa sih yang menjadi kendala! apa begitu besar mimpi gue? apa sebegitu rumit mimpi gue, gue nggak mau kehidupan yang muluk-muluk. Setelah gue sidang di tempat itu, udah.. gue nggak peduli profesi atau kehidupan yang akan gue jalani. gue MARAH TUHAN. SANGAT MARAH ,,, salah apa si gue, sebegitu gue lepasin apa yang gue punya, sebegitu sabar dan kuatnya gue ikutin permainan Tuhan! gue cuma nggak mau diusik dan ternyata itu yang Tuhan usik. Terus selama ini untuk apa gue berproses kayak Gitu!!!!!
sumpah, gue sadar ini sikap yang nggak dewasa, sangat konyol, berpikiran sempit. gue sadar sangat menyadari itu. gue sadar sangat sadar. sadar....
Tapi hal ini membuat gue makin penasaaran, makin gue ingin terus maju, makin gue ingin S2 makin gue ingin lebih berkembang, dan makin gue ingin buktiiin itu JANJI TUHAN. Kenapa sebegitu nggak sederhananya, didalam pikiran gue ya emang sempit. gue hanya ingin sidang di tempat dan suasana yang gue mau, kerja apa setelahnya, nikah, jadi ibu rumah tangga, selesai.
kalau kondisinya seperti ini, membuat gue lebih bersemangat untuk melanjutkan S2, karir, dan karir, nggak mikir gue, nggak mikir apa-apa,, intinya gue mau HARUS NGERASAIN SIDANG di tempat yang gue mimpiin. HARUS. setelah sidang online ini, gue lulus, itu menjadi tanggung jawab gue, hidup hidup gue, dan gue akan memilih itu. GUE AKAN MINTA KEADILAN TUHAN, gue yakin Tuhan akan ngasih ganti yang lebih lebih kalau gue menerima. gue selalu yakin TUHAN nggak akan ingkar janji. Gue percaya itu.
biar tulisan ini, tersimpan.. biar ini tulisan yang nantinya menjadi bahan tawa gue suatu hari nanti ketika gue baca. betapa bodoh dan tolol gue saat ini.
Komentar
Posting Komentar