SerbaSerbi - Abstract
SATU - SATUNYA YANG TIDAK BOLEH AKU CINTAI ADALAH KAMU !!!
kalau dibilang aku mencintaimu, sebenarnya itu bohong besar.
karena aku menyadari kalau sebenarnya ini hanya obsesi semata.
Sebuah obsesi untuk mendapatkanmu, yang nantinya hanya kesenangan semata yang didapat.
Bukankah Cinta itu tulus, bersih, tidak ada sedikit pun alasan atau maksud didalamnya?
Aku sangat menyadari kalau Semesta tak mengijinkannya terjadi, karena Semesta tahu ini tak baik jika diteruskan..dan akan membawa aku pada suatu lubang yang mungkin akan lebih menyakitkan. Sekarang aku belajar bagaimana cinta seharusnya bekerja, yaitu melepaskan. Biar Semesta bekerja dengan seharusnya, mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? aku dan dia menyadari kalau ikatan pertemanan lebih berharga daripada ego untuk saling memiliki. dan kini aku melepasmu, walau benar-benar belum sepenuhnya memilikimu. aku melepas perasaan ini, agar nantinya tidak menjadi perisai dalam hidupku. See you.
Aku jadi teringat sebuah cerita yang pernah ku dengar dari salah satu podcastnya mba ntsana , penulis rintiksedu. kalau tidak salah ceritanya seperti ini...
Dikisahkan ada sebuah kapal yang berlayar dari satu pulau ke pulau lainnya, kapal itu biasa mengangkut penumpang yang ingin menyebrang antara pulau. di kapal itu terdapat seorang laki-laki yang bertugas melayani penumpang, dia adalah laki-laki periang, semangat, dan baik hati. Tekadnya satu yaitu membuat penumpang memiliki kenangan yang indah ketika turun dari kapal itu. Usahanya tentu selalu berhasil, hampir semua penumpang mengenalnya bahkan puas akan pelayanan yang diberikan. Suatu hari, ketika berlabuh di sebuah dermaga, naiklah seorang wanita yang berwajah murung, sangat murung dari penumpang yang lain. Hal itu, membuat si laki-laki penasaran dan berusaha mendekatinya, setiap hari laki-laki itu selalu menyempatkan untuk menyapa wanita itu tapi lagi-lagi hanya respon cuek yang diperolehnya. Pernah suatu ketika, si wanita menyendiri di salah satu ujung kapal yang sepi, merenung. Lalu si laki-laki menghampiri dan duduk di sampingnya. "Kalau kau masih di sini, bagaimana aku bisa berhasil menumpahkan segala kesedihanku?" gerutu si wanita sambil menunjukkan muka masam. Laki-laki itu tidak peduli dengan ocehan si wanita, dia hanya tersenyum dan memberikan beberapa guyonan garing yang akhirnya membuat si wanita meresponnya. Ternyata sikapnya membuat sang wanita terhibur, bahkan sesekali dia tertawa begitu lepas karena tingkah konyol si laki-laki, serasa segala kesedihannya tak pernah menghampirinya. Semenjak itu, mereka semakin dekat, tak jarang selepas sore di tempat biasa, mereka habiskan dengan bercerita satu sama lain sambil memandang laut, saling tertawa dan ternyata diam-diam saling mengisi hati satu sama lain tanpa mereka sadari. Tibalah si wanita ke tempat tujuan, ketika ia turun, ia menyempatkan bertanya kepada sang laki-laki. "Bisakah kau tetap tinggal?" tanya si wanita. "Sepertinya tidak perlu ku jelaskan lagi" jawab si laki-laki. Wanita pun turun mengangguk menandakan ia paham apa maksud jawaban si laki-laki. Dia berjalan turun menjauh dan laki-laki itu segera masuk kembali ke kapal untuk mulai berlayar lagi. Mereka melanjutkan perjalannya masing-masing. Tamat.
Jika waktu bisa dihentikan sementara, mungkin mereka akan meminta untuk mengulang dan menghentikan saat moment itu terjadi. Tapi apalah daya, Semesta hanya memberikan mereka untuk bertemu sesaat, tanpa mempersilahkan keduanya membuat cerita lebih banyak. Ibarat sebuah buku, buku itu memiliki cover yang sangat menarik dan indah, tapi ketika dibuka ke halaman selanjutnya, ternyata kosong. Tak ada tulisan sama sekali. Begitu ya Semesta menertawakan mereka. hahahha.
Jika waktu bisa dihentikan sementara, mungkin mereka akan meminta untuk mengulang dan menghentikan saat moment itu terjadi. Tapi apalah daya, Semesta hanya memberikan mereka untuk bertemu sesaat, tanpa mempersilahkan keduanya membuat cerita lebih banyak. Ibarat sebuah buku, buku itu memiliki cover yang sangat menarik dan indah, tapi ketika dibuka ke halaman selanjutnya, ternyata kosong. Tak ada tulisan sama sekali. Begitu ya Semesta menertawakan mereka. hahahha.
Ahhh... terlalu serius bukan? wkwkwk santai aja padahal... hanya sebuah ungkapan selingan yang terlintas dipikiran. hahaahhah
Komentar
Posting Komentar