Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Pesantaksampai

 UNTUK DZAKY Hari ini, aku jujur kalau aku jenuh sama sikap kamu yang angot-angotan beberapa hari ini, aku juga seperti itu. Kamu yang jujur padaku itu sebuah apresiasi bagiku, terima kasih tak menghilang ya... terima kasih sudah mengatakan yang sejujurnya. Tapi makin hari makin membuatku sesak saja, makin hari aku jadi makin fokus bagaimana membuatmu bertahan padaku yang sebenarnya aku selalu berpikir "kenapa hanya aku yang berjuan?" . Perasaaanku belum sepenuhnya padamu, perasaanku masih meragukanmu dan benar saja, kalau kamu lagi-lagi hanya kesepian, hanya ketakutan, hanya penasaran sama aku. Aku udah sering bilang, kalau sikapku belum tentu baik, aku sedang memperbaiki diriku, dan bisa saja aku ditengah-tengah nuntut kamu, marahin kamu, bersikap kasar. dan ya jawaban kamu dulu "oke fine", tapi setelah di lalui dan ternyata aku menyadari kalau kamu tak sepenuhnya menerimaku, kau sepenuhnya belum siap dengan sikapku, dengan manjaku, dengan pikiranku, dengan mauku....

Untuk Dini 5 tahun yang akan datang

Gambar
Dari Dini  Untuk Dini 5 Tahun yang akan datang Hari ini kau begitu menawan, memakai jubah yang selalu kau dambakan bertahun-tahun, dua tahun kebelakang rasanya seperti di neraka, hari-hari, detik demi detik rasanya membuatmu selalu gerah. Tapi, kau lewati hari-hari itu, entah kekuatan apa yang membuatmu sangat kuat. Bahkan dirimu sendiri tak percaya kau bisa melaluinya. Disaat prosesmu satu persatu kau lalui, disaat bersamaan rasa sakit yang selama ini menggrogoti dirimu hilang. Din, aku bangga padamu, gadis kecilku yang tak berani berbicara dengan orang sekarang sudah berani, gadis kecil yang sering overthinking, sekarang sudah mulai tenang, gadis kecil yang sering takut akan banyak hal, sekarang sudah tidak takut akan apapun, gadis kecil yang sering berandai-andai, sekarang sudah tidak ingin berandai-andai lagi. Ingat, sekali ketika hari terburukmu ditolak dosen pembimbing, diusir di depan banyak orang ketika bimbingan, dipandang kau bukan mahasiswa intelektual, rasanya hari itu ...

Serba serbinyambi

 Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.  Sederhana banget sih kalimatnya, tapi dalam menerima kalimat ini butuh hati yang lapang. Sudah saatnya move on dan kembali tegakkan bahumu, angkat kepalamu yang sudah sejak lama tertunduk murung.  kembali melangkah, beranikan tekad dan ambil kesempatan yang Allah berikan. Kamu tau nggak bedanya orang hebat,  ketika keinginannya tidak tercapai, pasti akan sedih. Tapi bedanya, ia langsung bangkit dan melanjutkan perjuangan. kehidupan ini ibarat medan perang bos, kalau mau leha-leha ya ke akhirat aja sana.  sekian dan terima kasih